Perempuan Tunarungu Nekad Panjat Tower 20 Meter

Perempuan Tunarungu Nekad Panjat Tower 20 Meter
Perempuan tunarunggu Suci Adelia Putri (30) warga Bontang Kalimantan Timur nyaris melakukan aksi bunuh diri dari atas tower setinggi 20 meter, Sabtu (25/2/2012). - istimewa
Oleh: Andriansyah
Jabar - Sabtu, 25 Februari 2012 | 21:59 WIB

INILAH.COM, Tasikmalaya - Seorang perempuan tunarunggu Suci Adelia Putri (30) warga Bontang Kalimantan Timur nyaris melakukan aksi bunuh diri dari atas tower setinggi 20 meter yang terletak di kawasan Mapolresta Tasikmalaya, Sabtu (25/2/2012) siang.

Namun aksi tersebut berhasil digagalkan setelah beberapa anggota kepolisian Polresta Tasikmalaya mau memenuhi permintaan Korban yang minta diantar ke Kapolsek Kawalu untuk mencari suami dan saudaranya,

Awalnya aksi nekad Suci dilakukan bersama anaknya Muhammad Dimas Wahyudin (8). Namun, anggota polisi sempat sempat menyelamatkan Dimas dengan memegangnya dan menyuruhnya untuk turun kembali. Tapi sang Ibu terus memanjat tower dengan cepat.

Bripda Ruki Munanggar (25) mengatakan, usai menurunkan anaknya Dimas yang baru memanjat 8 buah anak tangga, dirinya tidak sempat menahan aksi nekad Ibunya Suci karena panjatannya terlalu cepat. Dirnya pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke atasannya Kabag Ops Polresta Tasikmalaya Kompol Yono Kusyono. "Setelah menyelamatkan anaknya dari aksi nekat, saya langsung melapor ke Kabag Ops Kompol Yono Kusyono," ujar Ruki kepada wartawan di Mapolresta Tasikmalaya, Sabtu (25/2/2012).

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Gupuh Sutiyono dan anggota lainnya ikut serta melakukan upaya penurunan dengan mendatangkan pihak PLN, dan menyediakan kasur busa. "Perempuan tunarunggu itu menulis pesan dalam kertas karton yang berisikan, Kalau ada yang naik biar aku loncat aja, biar cepat dan praktis turun 86," ujar Kapolresta Tasikmalaya AKBP Gupuh Sutiyono.

Selang beberapa menit, Suci kembali melemparkan surat yang meinta diantar ke Polse Kawalu. Kapolresta dan anggota polisi pun menyanggupi untuk mengantarkannya ke Polsek Kawalu dan diantar menggunakan mobil. "Setelah itu kami meminta korban untuk turun dari tower tersebut dan akhirnya berhasil," kata Gupuh.

Anak Suci, Muhammad Dimas Wahyudin (8) mengatakan, selama tiga hari di Mapolresta dia dan ibunya selalu tidur di mesjid. Kedatangannya ke Tasikmalaya untuk mencari ayahnya yang bernama Selamat (35) dan Saudaranya Herman (40) serta kakek dan neneknya, Santi dan Irianto. Diketahui, keluarga Suci berada di Pagaden Kawalu. "Saya baru kelas 1 SD di Bontang Kalimantan Timur. Kesini untuk mencari ayah, paman dan kakek Nenek. Namun tidak ada yang tahu," aku Dimas.[ang]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter