Limbah B3 Ancam Sukaregang Garut

Limbah B3 Ancam Sukaregang Garut
Tak kunjung optimalnya pengelolaan IPAL di kawasan industri kulit Sukaregang membuat lingkungan setempat dalam ancaman pencemaran limbah cair berbahaya. - inilah.com/Nul Zainulmukhtar
Oleh: Nul Zainulmukhtar
Jabar - Minggu, 12 Februari 2012 | 18:46 WIB

INILAH.COM, Garut - Tak kunjung optimalnya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan industri kulit Sukaregang membuat lingkungan setempat di wilayah Kecamatan Garut Kota dan sekitarnya selalu dalam ancaman pencemaran limbah cair berbahaya.

Zat beracun paling berbahaya yang dihaslkan industri penyamakan kulit tersebut terutama limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengatakan terdapat sedikitnya 6.000 meter kubik limbah cair B3 yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit Sukaregang per hari, atau sekitar 1,97 juta meter kubik per tahun.

"Tak optimalnya IPAL ini lebih karena tak adanya kesadaran dari para pengusaha. Mereka merasa pengelolaan limbah ini memerlukan biaya tinggi sehingga dinilai memberatkan. Padahal pemerintah sudah menyediakan fasilitas IPAL karena para pengusaha tak sanggup menyediakannya sendiri," kata Mlenik didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan Yudi Wahyudin dan Kepala Sub Bidang Pencemaran Lingkungan Indra Purnama, Minggu (12/2/2012).

Untuk pengelolaan limbah cair melalui IPAL, diperlukan biaya sekitar Rp6 juta per tahun per perusahaan, atau sedikitnya sekitar Rp500.000 perperusahaan per bulan.

Jumlah perusahaan penyamakan kulit di Sukaregang sendiri sekitar 300 perusahaan. Sedangkan kebutuhan kulit untuk industri kulit Sukaregang mencapai sebanyak 3 ton per bulan.

Akan tetapi, sekalipun pemerintah telah menyediakan fasilitas IPAL, para pengusaha hingga kini masih belum bisa melepaskan ketergantungan operasionalnya terhadap pemerintah. Mereka bahkan tak merespons kelengkapan infrastruktur IPAL yang disediakan pemerintah tersebut. "Aset-aset pemerintah kini jadi kolam lele," sindirnya.[jul]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter