Limbah B3 Ancam Sukaregang Garut
INILAH.COM, Garut - Tak kunjung optimalnya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan industri kulit Sukaregang membuat lingkungan setempat di wilayah Kecamatan Garut Kota dan sekitarnya selalu dalam ancaman pencemaran limbah cair berbahaya.
Zat beracun paling berbahaya yang dihaslkan industri penyamakan kulit tersebut terutama limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengatakan terdapat sedikitnya 6.000 meter kubik limbah cair B3 yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit Sukaregang per hari, atau sekitar 1,97 juta meter kubik per tahun.
"Tak optimalnya IPAL ini lebih karena tak adanya kesadaran dari para pengusaha. Mereka merasa pengelolaan limbah ini memerlukan biaya tinggi sehingga dinilai memberatkan. Padahal pemerintah sudah menyediakan fasilitas IPAL karena para pengusaha tak sanggup menyediakannya sendiri," kata Mlenik didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan Yudi Wahyudin dan Kepala Sub Bidang Pencemaran Lingkungan Indra Purnama, Minggu (12/2/2012).
Untuk pengelolaan limbah cair melalui IPAL, diperlukan biaya sekitar Rp6 juta per tahun per perusahaan, atau sedikitnya sekitar Rp500.000 perperusahaan per bulan.
Jumlah perusahaan penyamakan kulit di Sukaregang sendiri sekitar 300 perusahaan. Sedangkan kebutuhan kulit untuk industri kulit Sukaregang mencapai sebanyak 3 ton per bulan.
Akan tetapi, sekalipun pemerintah telah menyediakan fasilitas IPAL, para pengusaha hingga kini masih belum bisa melepaskan ketergantungan operasionalnya terhadap pemerintah. Mereka bahkan tak merespons kelengkapan infrastruktur IPAL yang disediakan pemerintah tersebut. "Aset-aset pemerintah kini jadi kolam lele," sindirnya.[jul]
- 19:59 PAN Subang Desak Percepat Pelant...
- 18:01 KPU Persilakan Rencana Uji Mater...
- 16:59 KPUD Purwakarta Rekrut PPK-PPS J...
- 16:00 Ketua DPRD Kabupaten Bogor Diganti
- 15:35 Gugus Tugas Tenaga Kerja Asing B...
- Visa Kunjungan Wisata pun Dipaka...
- Gubernur Harus Usir GRPP dari Ta...
- Parkir Model Baru di Garut Diper...
- Dinkes Didesak Bebaskan Biaya Be...
- Jabar Perketat Pengawasan Tenaga...




