Dino, Penanggung Jawab Fisik Maung Bandung
INILAH.COM, Bandung – Awalnya pelatih fisik ini sempat banting setir ke cabang atletik. Tapi, darah kental sepak bola yang diwariskan sang ayah membawanya kembali ke sepak bola.
Inilah Dino Sefriyanto, sosok pelatih fisik tak pernah letih menggenjot stamina para pemain Persib. Bersama staf pelatih lainnya, Dino bahu-membahu membentuk penampilan terbaik Persib demi mencapai prestasi.
Sebelum berkecimpung di dunia kepelatihan,karier Dino di bidang olahraga terbilang kompleks. Sejatinya Dino adalah seorang striker berbakat dari daerah Lampung pada era 1980-an. Bersama tim sepak bola Pelajar Lampung, Dino muda mulai merasakan atmosfer kompetisi dalam PON Pelajar 1984.
Dino terus menyalurkan bakatnya dalam sepak bola ketika hijrah ke Bandung untuk kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) pada 1989 sebelum menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Demi mengasah kemampuannya, dia membela tim sepak bola PS IKIP Bandung. Saat IKIP melakukan uji coba dengan PS UNI, Yusuf Bahtiar melirik ketajamannya sebagai seorang striker.
“Saat itu juga saya di ajak ke PS UNI, Kang Yusuf yang mengajak saya,” tutur Dino kepada INILAH beberapa hari lalu.
Sayang, perjalanan Dino di sepak bola tidak bisa berlanjut ke level profesional. Kariernya digantung, membuatnya banting setir ke bidang atletik. Ketidakjelasan karier Dino berawal dari sulitnya dia berpindah klub. Dia terikat dengan klub sepak bola almamaternya, PS IKIP, jika pindah klub Dino harus siap diskors dari kampusnya.
“Saya sempat ikut kompetisi internal Persib bersama UNI. Tapi tak lama kemudian datang pemberitahuan bahwa saya tidak boleh ikut klub di luar PS IKIP. Jika larangan tidak diindahkan, saya bisa dikeluarkan. Makanya, terpaksa saya keluar UNI dan akhirnya karier sepak bola saya menggantung di turnamen antarmahasiswa. Atau paling jauh tarkam (antar kampung),” ujar Dino anak dari Soewardi yang tercatat sebagai pemain dalam kompetisi Galatama.
Tidak ingin bakat olahraganya sia-sia, akhirnya Dino putar otak untuk tetap berprestasi walau tidak dalam jalur sepak bola. Pada 1992,Dino menekuni cabang atletik. Prestasinya ternyata tidak main-main. Dino mendapat medali emas Pekan Olahraga Kodya (Porkod) Bandung saat menjalani turnamen perdananya di bidang atletik.
“Di Porkod 1992 saya dapat dua emas, 100 meter (10.9 detik), dan 200 meter (22.5detik). Orang-orang dari PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Jabar sampai kaget. Akhirnya saya diikutkan di ajang Indonesia Open, cabang estafet. Saya dapat lagi medali emas. Kemudian di PON XIII dapat medali perunggu,” kenang pria kelahiran Talang Padang, 11 September 1970 ini.
Karier yang tak kalah cemerlang di cabang atletik harus kembali terhenti. Pasalnya, saat mengikuti seleksi SEAGames1993. Dino yang masih berada di usia emas, 23 tahun menderita over training. Akibatnya tifus menyerang. Dino pun hanya bisa terbaring lemah selama enam bulan untuk menemukan kesembuhannya.
“Mungkin karena pola latihan yang berbeda antara atletik dengan sepak bola, saya jadi keletihan dan tifus. Akhirnya saya fokus menyusun skripsi selama masa pemulihan dari tifus. Dokter bilang saya sudah tidak mungkin lagi bekerja sebagai atlet,” ujar Dino yang selalu hidup mandiri sejak kecil.
Lulus kuliah pada 1996, Dino masih keukeuh untuk melanjutkan karier di dunia yang telah membesarkannya, sepak bola. Tak kehilangan akal, Dino muda banting setir sebagai pelatih fisik Persitara Jakarta Utara pada musim 1996-1997. Kariernya langsung melejit sebagai pelatih fisik. Kini berbagai tim dengan materi pas-pasan mampu meraih prestasi berkat sentuhan Dino.
“Misalnya tahun 2002 saya bawa Persebaya Juara Divisi 1, dan 2005 saya bantu Persebaya masuk peringkat 3 grup Liga Champion Asia (LCA),” jelas pria yang juga pernah membawa Persib juara paruh musim pada 2007.
Dino berhasil membuktikan bahwa kecintaannya pada sepak bola tidak dapat terhenti hanya karena kendala fisik semata. Dengan memadukan pengalaman dan skill di dua cabang yang berbeda, sepak bola dan atletik, Dino tetap bisa berprestasi di bidang kepelatihan.
- 23:15 Uji Coba Lawan Perses, Maung Mud...
- 22:55 Uji Coba, Beri Kesempatan Maung ...
- 19:12 Persib Bandung Taklukkan Perses ...
- 15:59 Uji Coba Persib Vs Perses Sumeda...
- 15:34 Ribuan Bobotoh Padati Uji Coba P...
- Rahmad Darmawan Puji Taktik Pers...
- Inilah Klasemen dan Hasil Laga I...
- Inilah Klasemen Terbaru dan Hasi...
- Inilah Alasan Indra Thohir Dampi...
- Persib Luar Biasa dan Pantas Menang




