Inilah Situasi Saat Bus Karunia Bakti Tabrakan

Inilah Situasi Saat Bus Karunia Bakti Tabrakan
Setelah rem sempat diperiksa, bus Karunia Bakti kembali melaju ke arah Jakarta. Tapi ketika di puncak Bogor dengan kondisi jalan menurun, rem ternyata tak berfungsi. - ilustrasi
Oleh:
Jabar - Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:07 WIB

INILAH.COM, Cianjur- Setelah rem sempat diperiksa, bus Karunia Bakti kembali melaju ke arah Jakarta. Namun ketika melewati puncak Bogor dengan kondisi jalan menurun, rem ternyata tidak berfungsi.

"Supir bilang, ini rem nggak ada," kata Kernet bus Karunia Bakti Rohman (33) yang menyerahkan diri ke Polres Garut untuk diperiksa di Polres Bogor.

Kondisi jalan yang menurun tersebut, kata Rohman, menyebabkan laju bus semakin cepat. Yakin tidak bisa dikendalikan, Rohman langsung menyelamatkan diri di bawah jok kursi kedua bagian depan.

Dalam posisi menyelamatkan diri tersebut, Rohman mengaku hanya mendengar suara benturan keras tabrakan antara bus dengan beberapa mobil di depan, serta suara pecah kaca.

"Saya tetap di dalam, tapi berlindung di bawah bangku. Saya tidak nengok ke mana-mana, tahu-tahu bus sudah di bawah, Terasa suara pecah kaca, benturan-benturan, tapi tidak melihat," katanya.

Setelah peristiwa tabrakan tersebut, Rohman langsung berusaha keluar dari bus dan meninggalkan kawasan lokasi kejadian tabrakan, dan pergi ke Garut.

Selain Rohman, kondektur Dedi, warga Kecamatan Kadungora dan supir bus Lukman, warga Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, juga melarikan diri.

Setibanya di Garut, Lukman menyerahkan diri ke bagian Laka Lantas Polres Garut dan dibawa langsung oleh anggota Polres Bogor, Sabtu pagi, kemudian disusul Rohman menyerahkan diri ke Polres Garut.

Sementara Dedi, belum diamankan Polisi karena mengalami sakit sesak akibat terkena benturan keras di bagian dada, dan masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Leles, Garut.

"Tapi dia (kondektur) berjanji kalau sudah sehat, tidak harus dijemput akan datang sendiri ke Polres Bogor untuk memberikan keterangan," kata Kanit Laka, Polres Garut, Iptu Sofyan Efendi.

Kecelakaan beruntun melibatkan bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta yang dikemudikan Lukman karena mengalami rem blong di Jalan Raya turunan Puncak.

Bus berpenumpang lebih dari 30 orang tersebut diketahui warga melaju kencang dari arah Puncak menuju Jakarta. Diduga rem blong, bus menghantam sejumlah kendaraan yang ada di depannya.

Selain menabrak sejumlah kendaraan, bus juga menabrak beberapa warung yang ada di sebelah kantor cabang Bank Mandiri.

Akibatnya, penumpang bus Karunia Bakti dikabarkan luka-luka dan meninggal dunia. Diketahui penumpang meninggal dunia warga asal Kabupaten Garut sebanyak tiga orang yakni Dedah (43) warga Kecamatan Leles, Piat (32) warga Kecamatan Sukawening dan Dadan Suherlan warga Kecamatan Malangbong.

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter