Istri Korban Tabrakan Bus Diberitahu Lewat Mimpi

Istri Korban Tabrakan Bus Diberitahu Lewat Mimpi
Istri Apit (55), Aisyah (50) korban meninggal pada kecelakaan bus Karunia Bakti di Cisarua Bogor, Jumat (10/2/2012), mendapatkan firasat buruk melalui mimpi. - inilah.com/Benny Bastiandy
Oleh: Benny Bastiandy
Jabar - Sabtu, 11 Februari 2012 | 16:12 WIB

INILAH.COM, Cianjur - Istri Apit, korban meninggal pada kecelakaan bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta yang terlibat tabrakan beruntun di Jalan Raya Cisarua Desa Citeko Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Jumat (10/2/2012) sekitar pukul 18.40 WIB, mendapatkan firasat buruk melalui mimpi.

Apit (55) merupakan satu diantara empat korban tewas kecelakaan bus Karunia Bakti asal Cianjur. Selain Apit yang tercatat sebagai warga Kampung Babakan Ngatay RT 02/04 Desa Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah, tiga korban lainnya yakni Duduh Suparman (68), warga Buniaga RT 5/7 Ciherang Pacet Cianjur, Solahudin (38), warga Kampung Hanjawar RT 2/10 Pacet, Dede Jaenudin, warga Kampung Nagrak RT 2/1 Girimulya, dan Hasan Ansori, warga BTN Limbangan Sari RT 02/12 Desa Limbangan Sari Kecamatan Cianjur.

Jenazah Apit tiba di rumah duka Jumat (10/2/2012) sekitar pukul 23.30 WIB dan diantar menggunakan mobil ambulans dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya terdapat luka. Keluarga korban Apit mengaku, kabar tewasnya lelaki paruh baya yang sehari-hari berjualan es cingcau di Bogor itu diketahui melalui pemberitaan di televisi.

Aisyah mengaku, sesaat sebelum menerima kabar tewas suaminya, dia sempat bermimpi buruk. Aisyah dibangunkan seseorang yang tak dikenalnya yang memberitahukan suaminya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

"Saya langsung beristighfar. Tak lama setelah itu ada kabar di tivi mengenai kecelakaan di Bogor. Saya lihat ada nama suami termasuk dalam korban tewas. Awalnya tak percaya, tapi memang nama dan alamat sama," ujar Aisyah saat ditemui di kediamannya, Sabtu (11/2/2012) dinihari.

Aisyah menuturkan, tak seperti biasanya, rencana kepulangan almarhum suaminya ke Cianjur terkesan lebih banyak firasat tak mengenakan. Selain didera mimpi buruk, Aisyah mengaku, hari itu anak bungsunya merengek menanyakan ayahnya.

"Saya katakan bahwa bapak akan pulang hari ini. Memang benar pulang, tapi suami saya sudah meninggal. Biasanya, suami pulang paling lama juga seminggu sekali. Tapi kali ini sudah hampir dua minggu tidak pulang-pulang. Mungkin alasan lama tidak pulang karena saat ini sering hujan. Biasanya kalau musim hujan, suami cuma ngasih uang sepuluh ribu jika pulang ke Cianjur," tuturnya.

Apit meninggalkan seorang isteri, tujuh orang anak, serta dua orang cucu. Anak pertama mereka, Idad (28), tampak paling terpukul dengan peristiwa itu. Dia tak bisa diajak bicara, dan hanya berdiam diri di kamar.[ang]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter