PO Karunia Bakti Berkukuh Busnya Layak Jalan
INILAH.COM, Garut - Direktur Perusahaan Otobus (PO) Karunia Bakti, Wahyu, menyatakan, bus jurusan Garut-Jakarta yang mengalami kecelakaan di Puncak Bogor, Jumat (10/2), kondisinya layak jalan sebelum diberangkatkan mengangkut penumpang dari Garut, Jawa Barat.
"Setiap mobil (bus) pulang dari operasional dicek kelayakannya, itu khusus internal PO," kata Wahyu saat ditemui di Garut, Sabtu.
Selain pemeriksaan secara internal PO Karunia Bakti, kelayakan jalan bus dinilai layak menurut ketentuan Dinas Perhubungan (Dishub), yang dilakukan setiap enam bulan sekali, katanya.
Apabila kondisi bus tidak layak jalan untuk mengangkut penumpang, tentu pihak Dishub maupun perusahaan, katanya tidak akan memberangkatkan bus tersebut.
"Dengan dishub itu enam bulan sekali dalam pengurusan KIR. Itu kan sudah dianggap layak sesuai ketentuan dan aturan," jelasnya.
Ia menerangkan, PO Karunia Bhakti mengutamakan standar operasional prosedur (SOP) terhadap bus yang akan diberangkatkan maupun setelah beroperasi.
Bahkan para supir PO Karunia Bakti yang berjumlah sekitar 200 orang, kata Wahyu, setiap hari pagi dan sore selalu diberikan pengarahan terkait tata cara membawa kendaraan yang baik.
"Setiap pagi dan sore itu diadakan apel, diberikan arahan, bagaimana tata cara membawa kendaraan secara baik, berdasarkan peraturan lalu lintas," kata Wahyu.
Kecelakaan beruntun melibatkan bus Karunia Bakti nopol Z 7519 DA jurusan Garut-Jakarta yang dikemudikan Lukman diduga mengalami rem blong di Jalan Raya Puncak.
Bus menghantam 12 kendaraan, di antaranya bus Doa Ibu jurusan Tasikmalaya-Jakarta, enam mobil pick up, dua minibus, dan dua sepeda motor.
Bus berpenumpang lebih dari 30 orang tersebut diketahui warga melaju kencang dari arah Puncak menuju Jakarta. Diduga rem blong, bus menghantam sejumlah kendaraan yang ada di depannya.
Selain menabrak sejumlah kendaraan, bus juga menabrak beberapa warung yang ada di sebelah kantor cabang Bank Mandiri.
Akibatnya penumpang bus Karunia Bakti diketahui meninggal dunia warga asal Kabupaten Garut sebanyak tiga orang yakni Dedah (43) warga Kecamatan Leles, Piat (32) warga Kecamatan Sukawening dan Dadan Suherlan warga Kecamatan Malangbong.
- 09:39 SAR Rusia Kembali Turun ke Gunun...
- 02:00 11 Anggota PMR SMAN 1 Cicurug Ba...
- 19:05 6 Paskhas AU Disiagakan di Punca...
- 18:35 Di Lembah Gunung Salak, Basarnas...
- 15:59 Kerja Keras Tim Relawan PMI, Kad...
- Pesawat Sukhoi Ternyata Ditukar ...
- Tim SAR Sukhoi Temukan Perempuan...
- Inilah Penemu Black Box Sukhoi S...
- Kenapa Sukhoi Diganti Sebelum ke...
- Tak Etis, Tayangan Evakuasi Korb...




