Kerap Jadi Studi Tur, Kades Ogah Studi Banding

Kerap Jadi Studi Tur, Kades Ogah Studi Banding
Sejumlah kepala desa di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis mengaku keberatan dengan agenda studi banding ke Yogyakarta yang rencananya dimulai Jumat (10/2/2012) sore. - istimewa
Oleh: Andriansyah
Jabar - Jumat, 10 Februari 2012 | 10:11 WIB

INILAH.COM, Ciamis - Sejumlah kepala desa di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis mengaku keberatan dengan agenda studi banding ke Yogyakarta yang rencananya dimulai Jumat (10/2/2012) sore.

Sebanyak 21 kepala desa di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis diagendakan berangkat untuk studi banding pada hari ini sekitar pukul 16.00 WIB.

"Para kepala desa se-Kecamatan Banjarsari yang koutanya sebanyak 21 desa sore ini harus berangakat studi banding ke Yogjakarta dengan biaya Rp500.000 per orang," ujar Kepala Desa Kawasen Zainal saat ditemui INILAH.COM, Jumat (10/2/2012).

Menurutnya, acara studi banding ini sangat memberatkan kepala desa. Pasalnya, kondisi keuangan desa di awal tahun ini sedang tidak bagus. "Kami sebelumnya juga pernah mengadakan studi banding ke Jakarta. Namun apa yang di peroleh kepala desa bukan studi banding, melainkan studi tur," ujarnya.

Pada waktu itu, lanjutnya, biaya yang mesti di keluarkan oleh para kepala desa sebesar Rp600.000 per orang.

"Rombongan studi banding waktu itu juga sempat menginap serta makan di Puncak Bogor yang kemudian dilanjutkan ke Taman Mini, setelah itu pulang lagi ke Banjarsari namun tak ada studi banding yang seperti rencana awal. Itu murni studi tur," jelasnya.

Ditemui di tempat berbeda, Kepala Desa Banjaranyar Tata menambahkan keberangkatan itu dianggap memberatkan para kepala desa. "Saya sendiri menegaskan tidak akan mengikuti studi banding kali ini. Pasalnya, tahun lalu juga tidak ada hasilnya," tegas Tata.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkab Ciamis Uga Yugaswara mengatakan bahwa untuk pengadaan studi banding harus ada izin dari Pemkab.

"Memang acara studi banding itu ada di aturan desa. Hal tersebut wajar-wajar saja. Terlebih lagi dana yang digunakan tidak mengambil dari dana keuangan desa," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun di sisi lain, dia menambahkan, sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan resmi baik itu dari APDI ataupun dari pihak Kecamatan Banjarsari soal rencana studi banding tersebut.[jul]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter