Awas..Ada Rentenir Berkedok Koperasi di Jabar

Awas..Ada Rentenir Berkedok Koperasi di Jabar
erdapat sekitar 23.843 koperasi di Jawa Barat. Namun dari jumlah tersebut, masih banyak koperasi yang bekerja layaknya rentenir. - istimewa
Oleh: Dadi Haryadi
Jabar - Kamis, 9 Februari 2012 | 23:40 WIB

INILAH.COM, Bandung – Terdapat sekitar 23.843 koperasi di Jawa Barat. Namun dari jumlah tersebut, masih banyak koperasi yang bekerja layaknya rentenir.

"Kami mensinyalir banyak rentenir yang berkedok koperasi, jumlahnya paling tidak ada dua sampai tiga di setiap kabupaten/kota," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Wawan Hernawan kepada INILAH.COM, Kamis (9/2/2012).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya membentuk Tim Pengendali Koperasi. Tim ini nantinya bertugas sebagai pengawas koperasi ‘nakal’ yang memakai sistem dengan bunga mencekik.

Selain itu, Wawan berharap kepada pemerintah kabupaten/kota lebih peduli dan mengawasi perkembangan koperasi di setiap daerahnya masing-masing. Jangan sampai seperti kasus pengrusakan rentenir berkedok koperasi di Garut beberapa waktu lalu.

"Kita kesal dengan rentenir berkedok koperasi karena merusak image. Saat ini, kita sedang menyusun SOP tim pengendali koperasi, paling lambat pada Maret 2012 akan kami luncurkan," katanya.

Sementara itu, Ketua Puskopanti Jabar Andra A Ludin menyatakan, ribuan pedagang kaki lima di Jabar kerap terjerat hutang rentenir. Akibatnya, bisnis para pelaku UKM itu kerap sulit berkembang bahkan terpaksa gulung tikar.

"Para pedagang paling meminjam untuk modal berdagang Rp100.000 atau Rp200.000, tapi lebih memilih ke rentenir karena syarat dari perbankan sangat rumit," terang Andra.

Saat ini pihaknya mempunyai anggota sekitar 27.000 orang dan 50.000 anggota binaan yang bergerak di sektor perdagangan. Untuk mencegah jerat rentenir, pihaknya terjun langsung dengan membayar lunas hutang para pedagang, lantas para pedagang tersebut melakukan pembayaran kepada Puskopanti dengan bunga 1% per bulan.

"Perbankan harus peduli dong, jangan omong doang seakan-akan mereka telah menyalurkan kredit bagi para pedagang," pungkasnya.[ang]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter