Nyalon di Pilgub, Pertaruhan Besar Bagi RY
INILAH.COM, Bogor - Wacana pencalonan diri Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) dalam Pilgub Jawa Barat 2013 mendatang terus menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Bogor. RY sendiri menyatakan masih pikir-pikir, namun materi pencalonan dirinya menjadi sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Begitu juga dengan aktivitas politik yang dilakukannya.
Akademisi Politik Universitas Djuanda (Unida) Denny Hernawan mengatakan, bila benar RY akan maju dalam pilgub mendatang akan menjadi taruhan politik yang besar. Sebab pada saat yang bersamaan jabatan sebagai bupati masih dijalaninya. "Opsi maju dalam pilgub, harus dilakukan RY dengan persiapan yang matang. Karena ada nilai pertaruhan politik dalam pencalonan ini. Aktivitas politik yang kini dilakukan RY pun jangan dijadikan acuan paten," tutur Denny, Kamis (9/2/2012).
Aktivitas politik yang dimaksud adalah pembentukan koalisi yang sudah dilakukan, dan jangan menjadi tolak ukur pasti. Sebab koalisi yang sudah terbentuk saat ini masih berwujud cair. Artinya masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan isu. Boleh saja Bogor Connection terbentuk, tetapi bukan sebuah jaminan yang pasti.
"Saya melihat koalisi masih bisa berubah setiap waktu, tidak ada sesuatu yang pasti. Koalisi sebenarnya baru akan terjadi beberapa bulan jelang pilgub. Kalau sekarang masih tentatif dan bisa berubah-ubah," paparnya.
Denny sendiri menyakini, sosok seorang RY akan dengan matang membaca situasi. Desakan dari luar dirinya belum tentu bisa mempengaruhi seorang RY untuk memaksakan diri maju dalam pilgub. "Terlebih lagi, jabatan sebagai bupati masih diemban, RY tentu akan gegabah memutuskan untuk maju, sekalipun desakan itu dari orang yang paling berpengaruh dari partainya," ungkapnya.
Terkait formula parpol dalam pilgub mendatang, Denny memprediksi masih menggandalkan faktor emosional dibanding faktor rasional. Yakni, parpol akan mengusung calon dengan lebih mengandalkan sisi ketenaran sosok calon, ketimbang sisi kemampuan. Formula pasangan calon pun akan menjadi sesuatu yang mempertimbangkan kedua hal tersebut.
"Parpol pasti akan memasangkan sosok calon yang memiliki kemampuan dan pasangannya cukup sosok yang dikenal masyarakat. Bisa kita lihat dari beberapa pilkada yang ada, pasti sosok publik figur akan diandalkan dalam merebut simpati massa, artinya memanfaatkan faktor emosional ketimbang faktor rasional yang lebih mengedepankan mampu atau tidaknya sosok yang diusung," tegasnya.[ang]
- 20:34 Volume Sampah Kota Bandung Dipre...
- 19:22 PDAM Kota Bandung Tambah 2 Insta...
- 18:24 Pemkab Dorong Investor-Petani Ja...
- 11:36 Pemprov Bakal Bagikan 100 Alat P...
- 11:18 Heryawan Serahkan Alat Pencacah ...
- Heryawan-Nanan Siap Maju di Pilgub?
- Cable Car Diprediksi Mulai Diban...
- Pengamat: PKS Sebaiknya Cari Tam...
- Dede Yusuf Keukeuh Tolak Konser ...
- Pemkab Kesulitan Atasi Limbah In...




