'Tak Perlu Ada Pemusnahan Unggas di Pasirluyu'
INILAH.COM, Bandung - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Bandung menilai tidak perlu ada pemusnahan (depopulasi) unggas di Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol.
Anggota Tim Gerak Cepat Penanggulangan Flu Burung Distan Kota Bandung Eman Sulaeman mengatakan hasil uji metode PCR yang menyatakan negatif H5N1 tidak perlu ditindaklanjuti dengan depopulasi unggas.
“PCR adalah metode yang persentase keakuratannya mencapai 100%. Hasil dari beberapa bangkai unggas yang ditemukan mati ternyata menunjukan negatif, jadi kami pikir tidak perlu hingga ada depopulasi. Bahkan vaksinasi pun saya pikir hanya jalan terakhir," kata Eman kepada INILAH.COM, Kamis (9/2/2012).
Sementara itu, dari data yang diperoleh INILAH.COM, Kementerian Pertanian menyiapkan sekitar 2.000 vaksin caprivat untuk daerah Pasirluyu. Vaksin tersebut berasal dari program nasional untuk menanggulangi permasalahan flu burung.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil uji PCR (polymerase chain reaction), sampel dari 19 unggas dari lima pemilik di Kelurahan Pasirluyu dinyatakan negatif H5N1. "Kami telah melakukan uji lab dan hasilnya negatif, " kata salah seorang anggota tim siaga yang dibentuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Tasmip SP.
Sebelumnya, warga Pasirluyu digemparkan oleh kematian SA (37) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung pada Senin (5/2/2012) karena diduga terjangkit flu burung.[jul]
- 09:39 SAR Rusia Kembali Turun ke Gunun...
- 02:00 11 Anggota PMR SMAN 1 Cicurug Ba...
- 19:05 6 Paskhas AU Disiagakan di Punca...
- 18:35 Di Lembah Gunung Salak, Basarnas...
- 15:59 Kerja Keras Tim Relawan PMI, Kad...
- Pesawat Sukhoi Ternyata Ditukar ...
- Tim SAR Sukhoi Temukan Perempuan...
- Inilah Penemu Black Box Sukhoi S...
- Kenapa Sukhoi Diganti Sebelum ke...
- Tak Etis, Tayangan Evakuasi Korb...




