DR Javier Gil Perez Pakar PKS dari Spanyol
INILAH.COM, London - Wajahnya seperti pria muda Spanyol lainnya dengan rambut pirang serta alis yang tebal dan sorot mata yang tajam.
Selain itu juga menunjukkan kecerdasan serta perhatiannya terhadap Indonesia khususnya Islam, membuat Dr Javier Gil Perez (33) pria langka yang perlu mendapat perhatian.
Ia adalah satu satunya "Indonesianist" (pakar tentang Indonesia) Spanyol yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan berhasil memperoleh gelar Doktor dari Instituto Universitario General Gutierrez Mellado dengan tesis tentang Politik Islam di Indonesia yang khususnya membahas PKS pada tahun 2010.
"PKS merupakan partai yang sangat menarik yang tahu bagaimana membangun pengaruh politik di Indonesia," ujar Dr Javier Gil Perez sehubungan dengan digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Grand Pasunda Kota Bandung, awal Februari lalu.
Menurut Dr Javier Gil Perez, jika PKS ingin tumbuh, maka harus dapat menawarkan solusi yang lebih banyak atas problem riil di masyarakat.
PKS yang merupakan partai menengah dulu tahun 1999 adalah partai kecil yang saat ini dapat disebut sebagai partai utama yang mengusung Islam di Indonesia.
"Saya memprediksi bahwa pemilu presiden di tahun 2014 akan sangat terbuka di mana Presiden SBY sudah tidak dapat lagi dipilih," ujar Dr Javier yang beristrikan wanita India.
Dikatakannya PKS akan mempertahankan posisi saat ini sebagai partai Islam utama, dan kembali masuk dengan jumlah menteri yang lebih banyak di pemerintahan baru.
"Pada saat yang sama, jika PKS ingin tumbuh maka harus dapat menawarkan solusi yang lebih banyak atas problem riil di masyarakat," ujar Dr Javier Gil Perez.
PKS katanya harus melanjutkan peran Islam, namun harus tidak melupakan Indonesia adalah negara yang sangat beragam, dan dengan itu untuk meraih kemenangan haruslah terbuka. Di tangan mereka sendiri PKS akan memordernisasikan diri.
- 13:11 Bapak Ekonomi Sosiologi Profesor...
- 07:30 Ini Dia Sosok yang Membawa Persi...
- 19:20 Riri Fitri, Raih Most Inspiring ...
- 19:55 Esther Gayatri, Pilot Pengantar ...
- 12:50 Budi Bram, Panpel Persib yang Ge...




