Peternak Sapi Perah Masih Sulit Dapat Kredit
INILAH.COM, Bandung - Peternak sapi perah masih kesulitan mengembangkan bisnisnya karena terbentur masalah permodalan.
Sebenarnya, pemerintah telah berupaya membantu dengan meluncurkan program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dengan suku bunga hanya 5%. Namun kenyataannya, pertumbuhan kredit program yang digulirkan pada Februari 2010 itu tersendat.
Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar Dedi Setiadi mengatakan peternak sapi perah di Jabar sulit mendapat program KUPS karena persyaratannya dianggap rumit. Akibatnya, dari 27.000 peternak sapi perah, tidak satu pun yang mendapat pinjaman modal.
“Saya belum mendengar ada yang memperoleh fasilitas kredit itu. Padahal kami telah memiliki 23 koperasi yang secara bisnis layak mendapatkan permodalan dari perbankan,” ujar Dedi kepada INILAH.COM.
Menurutnya, peternak sapi perah masih dinilai tidak bankable sehingga sulit mendapat kucuran kredit. Untuk itu, dia berharap pemerintah dan bank pelaksana kredit bisa meringankan persyaratan KUPS.
“Para peternak sapi perah banyak yang tidak bankable sehingga penyerapan program tersebut relatif rendah,” keluhnya.
Selain itu, lanjut Dedi, kebijakan soal jaminan juga menjadi masalah klasik yang menjadi kendala sehingga peternak gagal mendapat KUPS. “Peternak tidak bisa memberi sertifikat tapi sebetulnya mereka bisa memberi jaminan lain, misalnya sapi yang saat ini mereka punya dan juga sapi yang akan dikreditkan nanti,” bebernya.[jul]
- 14:36 Jabar Pacu Pangan Lokal Lewat Et...
- 15:08 Apindo Jabar: Kenaikan Gas Cukup...
- 13:09 Harga Gas Naik, Industri Dipredi...
- 22:39 Dari Bandara Husein, 70% Produk ...
- 16:03 Harga Bawang Merah Merangkak Naik
- Pemkab Bandung Dorong Warga Kemb...
- Dari Bandara Husein, 70% Produk ...
- Long Weekend, Traffic Seluler Di...
- Perajin Sale Pisang Kesulitan Ba...
- KPR di Jabar Triwulan I/2012 Men...




