Situs Gunung Padang Berbentuk Piramida?

Situs Gunung Padang Berbentuk Piramida?
Tim peneliti yang sedang melakukan penelitian di Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Kertamukti Kecamatan Campaka menemukan petunjuk baru. - istimewa
Oleh: Benny Bastiandy
Jabar - Kamis, 9 Februari 2012 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Cianjur - Tim peneliti yang sedang melakukan penelitian di Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Kertamukti Kecamatan Campaka menemukan petunjuk baru. Di atas lahan sekitar 9 hektar itu, kabarnya ditemukan tumpukan bebatuan pada kedalaman sekitar 12 meter.

Kabar penemuan adanya bebatuan yang tertata rapi menggunakan perekat itu semakin menguatkan, dulunya Situs Megalitikum Gunung Padang berbentuk seperti piramida yang umurnya melebihi piramida di Mesir. Namun kabar tersebut belum pasti karena masih harus menunggu hasil penelitian lebih lanjut yang saat ini sedang dalam pembahasan di tingkat pusat.

Salah seorang Juru Kunci Situs Megalitikum Gunung Padang Abah Dadi mengakui adanya penemuan tumpukan bebatuan lain hasil penelitian tim. Anehnya, tumpukan batu itu tertata rapi seperti menggunakan perekat. Namun Dadi belum bisa memastikan jenis perekat tersebut.

"Saya juga tidak mengetahui persisnya. Itu juga informasi dari tim peneliti. Katanya di kedalaman sekitar 12 meter tersusun rapi antar bebatuan yang merekat. Kayaknya seperti di Candi Borobudur," aku Abah Dadi.

Abah Dadi mengaku sempat mendampingi tim peneliti menyerahkan laporan hasil penelitian itu ke pemerintah pusat. Kabarnya, kepastian mengenai keberadaan bebatuan yang terpendam di dalam Situs Gunung Padang itu bisa diketahui hasilnya dalam waktu 2-3 bulan.

"Mungkin saja kalau dari hasil laporan peneliti mengungkapkan masih ada bebatuan yang terpendam di dalam situs, semakin menguatkan bahwa dulunya di kawasan Situs Gunung Padang sempat ada kehidupan," tuturnya.

Sebelumnya, budayawan sekaligus Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur Abah Ruskawan mengatakan, kunjungan beberapa arkeolog beberapa waktu lalu ke situs Gunung Padang menyimpulkan, lokasi situs yang sempat menjadi terbesar di Asia Tenggara ini, ternyata berdiri simetris dengan Gunung Pogor dan Gunung Gede.

"Tiga gunung ini ternyata berada pada satu jalur simetris. Tidak menutup kemungkinan saat jaman es terjadi pencairan sehingga merupakan satu rangkaian jalur pegunungan. Ini menjadi satu misteri yang mesti diteliti lebih dalam," kata Abah kepada INILAH.COM, belum lama ini.

Menurut Abah, melihat simbol-simbol bebatuan yang ada di situs Gunung Padang kemungkinan besar bukan merupakan peninggalan pra sejarah. Malah ada kemungkinan merupakan peninggalan sebelum masehi yang umurnya hampir mencapai sekitar 3.500 tahun.

"Ada tanda-tanda seperti bekas pahatan pada batu-batu yang diindikasikan merupakan sandi pada jamannya. Simbol-simbol ini bukan khas pada jaman pra sejarah. Maka ada kemungkinan merupakan peninggalan sebelum masehi," ujarnya.[ang]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter