Raid the Mice, Game Antikorupsi Buatan Siswa SMP

Raid the Mice, Game Antikorupsi Buatan Siswa SMP
Fahma Waluya Rohmansyah, siswa SMPN 2 Bandung itu sukses membuat sebuah game antikorupsi. Raid the Mice, begitulah nama game yang dibuat bocah laki-laki 13 tahun itu. - inilah.com/Riza Pahlevi
Oleh: Riza Pahlevi
Jabar - Rabu, 8 Februari 2012 | 10:23 WIB

INILAH.COM, Bandung - Fahma Waluya Rohmansyah, siswa SMPN 2 Bandung itu sukses membuat sebuah game antikorupsi. Raid the Mice, begitulah nama game yang dibuat bocah laki-laki berusia 13 tahun itu.

Game itu menggambarkan segerombolan tikus yang membawa kabur uang dari lemari. Sang pemilik rumah lantas membuat robot untuk memberantas tikus-tikus itu.

"Setiap terdapat tikus yang lolos, robotnya akan mati di tempat. Itu artinya, setiap koruptor yang dibiarkan kabur maka negara ini akan hancur," kata Fahma saat ditemui INILAH.COM di SMPN 2 Bandung, Selasa (7/2/2012).

Fahma adalah siswa kelas 8 SMPN 2 Bandung. Sama seperti siswa SMP lainnya, secara fisik, bocah itu terlihat biasa saja. Namun, di balik fisik belianya, Fahma punya kecerdasan yang tak dimiliki anak-anak lain. Dia punya hobi menggeluti dunia teknologi informasi (TI).

Kecerdasan Fahma terhadap dunia TI bukan tanpa sebab. Sejak usia tiga tahun, dia memang sudah akrab dan paham komputer. Masa kecil Fahma banyak dihabiskan dengan menekuni komputer. Baginya, bermain komputer lebih asyik dibanding bermain bersama teman-teman.

“Sejak 2008 tutor saya dari Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia (SKACI). Saya dibimbing untuk menciptakan animasi pertama. Berangkat dari animasi dengan tema simulasi komet di langit, saya sangat tertarik membuat aplikasi game," tuturnya.

Tiga tahun terakhir, Fahma melahirkan lebih dari 40 aplikasi game edukatif yang dapat diunduh pengguna iPad dan semua produk Apple. Di tahun ini, sebuah game berkonsep lawan koruptor pun tercipta di tangannya.

Ketertarikan Fahma menciptakan game antikorupsi berawal saat dia menonton berita kasus korupsi. Dia pun berpikir, korupsi memang menjadi masalah besar yang merusak bangsa. Berbekal penguasaan macromedia flash, dia pun merancang game Raid the Mice mulai dari konsep, desain, hingga cara bermain.

Permainan tembak tikus ini memang dimaksudkan untuk mengedukasi pemain agar melawan korupsi. Target utama pemasaran game-nya adalah pasar pengguna produk Apple. Meski secara keseluruhan permainan ini berada dalam kendalinya, putra pasangan Yusep Rosmansyah-Yusi Elsiano mengaku banyak menerima masukan dari ayahnya.

Pekan lalu, Fahma membawa sampel game-nya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Ditemani orang tuanya, Fahma diterima Ketua KPK Abraham Samad. “Ketua KPK langsung yang menerimanya. Beliau berjanji akan mendukung soal pemaknaannya supaya kampanye antikorupsi melalui game mudah diterima masyarakat," ucap Fahma.

Dia menambahkan, permainan itu memang belum sempurna. Namun, Fahma berharap Raid the Mice setara dengan melambungnya animo game Angry Bird.[jul]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter