Pengunjung Maulid di Keraton Cirebon Makin Ramai

Pengunjung Maulid di Keraton Cirebon Makin Ramai
Pengunjung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan beberapa keraton di Pantura Cirebon seperti Kasepuhan dan Kanoman semakin ramai. - istimewa
Oleh:
Jabar - Sabtu, 4 Februari 2012 | 14:49 WIB

INILAH.COM, Cirebon - Pengunjung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan beberapa keraton di Pantura Cirebon seperti Kasepuhan dan Kanoman semakin ramai.

Sejumlah jalan utama menuju Keraton Kasepuhan dan Kanoman mulai dipadati kendaraan pengunjung, baik yang menggunakan bus pariwsata juga mobil pribadi.

"Jumlah pengunjung jelang perayaan Maulid Nabi Muhamad SAW ke Keraton Kasepuhan meningkat dibandingkan pekan lalu, kini acaranya hanya tinggal dua hari lagi, mereka datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Bogor, Tangerang, Bandung," kata Maulana Iskah salah seorang pengelola Maulid Nabi Muhamad di Keraton Kasepuhan kepada wartawan, Sabtu.

Ia menambahkan, setiap tahun pengunjung terus meningkat. Kini lahan parkir yang sudah disediakan tidak dapat menampung semua kendaraan, sehingga mereka harus berjalan kaki menuju keraton Kasepuhan. Diperkirakan mereka akan semakin padat pada hari Minggu(5/2) karena malam terakhir.

Pengunjung yang datang dari luar kota biasanya menantikan ritual "Panjang Jimat" di mana semua benda pusaka milik keraton Kasepuhan diarak ke luar, menuju Masjid Sang Cipta Rasa, pada acara tersebut ribuan warga berebut nasi dan aneka makanan.

Sementara itu Kardiman salah seorang pengunjung asal Indramayu mengaku, sengaja datang untuk menghadiri acara "Panjang Jimat" setelah beberapa hari lalu dirinya mengikuti ritual pemandaian benda pusaka milik keraton Kasepuhan.

Ia menjelaskan, ritual Maulid Nabi Muhamad SAW yang rutin digelar oleh keluarga keraton Kasepuhan diyakini masyarakat Pantura membawa berkah sehingga mereka percaya dan meluangkan waktu khusus untuk mengikuti kegiatan tersebut meski harus berhenti bekerja.

Sultan keraton Kasepuhan Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat menuturkan, keyakinan masyarakat yang datang mengikuti berbagai ritual di keraton Kasepuhan sudah berlangsung ratusan tahun lalu, sehingga kepercayaan mereka kuat.

Ia menjelaskan, seperti ritual siraman sembilan piring yang dulunya piring tersebut digunakan oleh sembilan Wali, ratusan pengunjung berebut untuk mendapatkan air bekas siraman benda pusaka tersebut. Menurut dia, air merupakan mediasi Nabi Muhamad dalam memberikan do'a kepada yang sakit.

Air yang terbaik adalah air zam-zam diyakini oleh umat Islam, begitu juga air siram benda pusaka keraton Kasepuhan Cirebon, sehingga setiap akan menggelar berbagai kegiatan jumlah pengunjung dari berbagai daerah meningkat dibandingkan hari biasa.

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter