Jambret yang Bunuh Diri, Gemar Konsumsi Dextro

Jambret yang Bunuh Diri, Gemar Konsumsi Dextro
Sosok jambret yang nekat menembak kepalanya sendiri diketahui bernama Aderyadi alias Dery (28), dikenal keluarga dan warga sekitar sebagai seorang pecandu pil Dextro. - Ilustrasi
Oleh: Dani Rahmat Nugraha
Jabar - Senin, 16 Januari 2012 | 09:55 WIB

INILAH.COM, Bandung - Sosok jambret yang nekat menembak kepalanya sendiri diketahui bernama Aderyadi alias Dery (28), warga Kampung Babakan Sarimahi RT 03/14 Desa Sarimahi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Dery dikenal keluarga dan warga sekitar sebagai seorang pecandu pil Dextro.

"Kalau lagi mabuk dia suka bikin resah keluarga dan warga sekitar. Kami suka takut karena dia suka bawa golok dan mengambil barang-barang milik orang lain," ujar kakak kandung Dery, Ida Lisda Asih (33) kepada INILAH.COM, di Ciparay, Minggu (15/1/2012).

Menurut Ida, jika tengah mabuk pi Dextro, perangai buruk Dery keluar. Dia kerap membawa senjata tajam dan mengancam keselamatan orang tuanya dan warga sekitar. Perbuatan kriminal pun kerap dilakukan Dery saat mabuk pil Dextro. Namun, sambung Ida, jika dalam keadaan sadar, Dery sama sekali tidak pernah berbuat jahat, atau kasar sama siapa pun juga.

"Kalau lagi sadar, nggak mabuk, biasa saja normal. Sayang sama keluarga dan kedua anaknya," tutur Ida.

Dery yang hanya sekolah hingga kelas dua SD ini, tambah IDa, doyan sekali mabuk-mabukan. Pil dextro telah menjadi kegemarannya sejak lama. Kebiasaanya mengkonsumsi pil Dextro sempat berhenti saat bekerja sebagai supir angkot jurusan Ciparay-Tegalega. Kebiasaan buruknya muncul kembali sekitar dua bulan lalu. Saat itu, dirinya ditilang gara-gara tak punya surat izin mengemudi (SIM), dan dipecat majikannya.

"Setelah nganggur dia kembali lagi kaya gitu (mabuk-mabukan), Emak (Ibu) saya sampai minta warga buat ngerantai dia di kamar depan. Bisa berhari-hari, bahkan pernah sampai satu minggu dia dirantai di kamar depan," terangnya.

Ketua RW 14 Toto Suprapto membenarkan, selama ini kelakuan Dery memang cukup meresahkan. Hingga, akhirnya orang tua Dery meminta dia dan warga lainnya untuk merantainya. Karena kalau dibiarkan, takut membahayakan warganya. Menurut Toto, selama ini Dery dikenal warga sebagai orang yang cenderung pendiam, hanya saat dibawah pengaruh obat-obatan dia tak dapat mengontrol kesadarannya. Hingga kerap kali membuat warga dan keluarganya ketakutan.

"Saya dan warga disini terkejut ketika mendengar kejadian ini. Apalagi mendengar dia punya pistol segala," ujar Toto.[ang]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter