Canda Suster Ngesot Berubah Petaka
INILAH.COM, Bandung - Hati-hati jika bercanda. Kasus Mega Tri Pratiwi (20) bisa jadi contoh. Gara-gara berpura-pura sebagai ‘Suster Ngesot’, dia harus dirawat di RS Santosa Hospital Bandung.
Kejadiannya dua hari lalu, Sabtu (10/12/2011). Saat itu, Mega bersama teman-temannya berlibur di Kota Bandung. Kebetulan, Fitra Mahaly, temannya, berulang tahun ke-18. Mega pun berencana membuat kejutan untuk Mega.
Mereka kemudian menginap di Apartemen Galeri Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, sejak Jumat (9/12). Rencana membuat kejutan untuk Fitra pun disusun. Mega dan kawan-kawan berniat menakut-nakuti Fitra dengan berpura-pura menjadi ‘Suster Ngesot’.
Hari yang dinantikan tiba. Setelah berdandan ala ‘Suster Ngesot’, Mega menunggu di lantai 17 Apartemen Ciumbuleuit. Teman-teman lainnya makan bersama Fitra. Setelah mendapat aba-aba dari temannya, Mega duduk di depan lift.
"Rencananya saya mau bikin surprise buat Fitra. Dia sedang ulang tahun. Saya cuma ingin nakut-nakuti saja dengan cara berpakaian putih seperti Suster Ngesot," kata Mega saat ditemui di RS Santosa Hospital, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Minggu (11/12) lalu.
Pintu lift terbuka. Di dalamnya, tak hanya Fitra dan teman-temannya. Ada satpam bernama Sunarya dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbuleuit lainnya. Fitra kaget melihat sosok ‘Suster Ngesot’ ada di depannya. Refleks, Sunarya menendang wajah Mega yang menyamar jadi ‘Suster Ngesot’.
"Tiba-tiba satpam itu menendang wajah saya setelah pintu lift terbuka. Tendangannya keras sekali. Sampai saya setengah tidak sadar," jelas dia.
Orang tua Mega, Mahfud Djabir Mega, melaporkan insiden itu ke Polrestabes Bandung. Dia merasa kesal dan tidak terima anaknya diperlakukan kasar sehingga masuk rumah sakit.
"Ini kan niatnya hanya bercanda. Kenapa oknum satpam itu menendang anak saya hingga cacat fisik permanen karena giginya hilang. Jujur saya prihatin dengan kejadian ini," kata Mahfud.
Manajemen Apartemen Ciumbuleuit kemudian menayangkan rekaman CCTV berdurasi 4 menit kepada wartawan mengenai kronologi kejadian tersebut di salah satu ruangan Apartemen Galeri Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (12/12).
"Dalam rekaman video tersebut ada dua pegawai apartemen yakni satpam Sunarya dan housekeeping Ade, masuk ke lift bersama sejumlah pria. Mereka masuk lift untuk patroli dan mengecek tiap lantai. Pengecekan itu dilakukan dua jam sekali," kata Director PR and Communications Group Bird Management (Apartemen Galeri Ciumbuleuit) Ossie Himawan kepada wartawan.
Namun, lanjut Ossie, lift itu berhenti di lantai 17 lantaran ada orang yang memencet tombol dari luar. Saat pintu lift terbuka sudah menunggu Mega yang duduk di lantai memerankan sosok 'Suster Ngesot'.
"Pegawai kami tidak mengetahui kalau ada settingan 'Suster Ngesot' yang dilakukan mereka. Petugas keamanan kami refleks menendang karena melihat penumpang lift menjerit ketakutan saat pintu lift terbuka dan terlihat sosok 'Suster Ngesot'. Video ini sebagai barang bukti bahwa satpam refleks menendang demi maksud melindungi keamanan tamu," jelas dia. [ito]
- 18:05 Lalin di Kab Bandung Terpantau R...
- 16:35 Nanan Sukarna: Perbedaan Itu Indah
- 13:50 Volume Kendaraan di Cipanas-Punc...
- 12:18 Borong Cuankie, Heryawan Makan d...
- 21:39 Karang Taruna Jabar Siap Dukung ...
- Sukhoi, Kuncen Gunung Salak, Pet...
- Wow..Jakarta-Bandung 45 Menit Pa...
- Evakuasi Sukhoi Rusak Makam Keramat
- Borong Cuankie, Heryawan Makan d...
- VW Pertama dan Tertua Bakal Hadi...




