Banyak Pembantu Rumah Tangga Memilih Jadi TKI

Banyak Pembantu Rumah Tangga Memilih Jadi TKI
Kebutuhan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) terus melonjak. Namun pasokan tenaga pembantu semakin sulit. - karyabunda
Oleh: Hanhan Husna
Jabar - Rabu, 7 September 2011 | 21:36 WIB

INILAH.COM, Bandung - Kebutuhan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) terus melonjak. Namun pasokan tenaga pembantu semakin sulit. Akibatnya, beberapa penyalur PRT di Bandung kesulitan memenuhi permintaan.

Seorang penyalur PRT di kawasan Jalan Stasiun Barat, Mumun (30) mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi permintaan karena semakin hari semakin sulit mencari orang yang mau jadi PRT.

Dia mengatakan, dalam sehari menerima permintaan hingga 60 tenaga pembantu. Namun karena kekurangan tenaga, pihaknya hanya bisa memenuhi sepertiganya.

"Kita kesulitan memenuhi permintaan. Mencari orang yang mau jadi PRT semakin sulit, sementara permintaan nggak pernah sepi," ujar wanita yang mengelola Yayasan Suwito itu kepada wartawan, Rabu (7/9/2011).

Mumun mengatakan, sekarang orang lebih memilih menjadi TKI di luar negeri atau buruh pabrik daripada menjadi pembantu. Sementara yang tetap bertahan sebagai PRT lebih memilih kembali ke majikannya yang lama.

Menurutnya, sekarang hanya orang yang tidak punya keahlian saja yang tetap memilih menjadi PRT. "Sementara yang punya keahlian lebih memilih bekerja di luar negeri jadi TKI," tandasnya. [gin]

berita lainnya
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter