Banyak Pembantu Rumah Tangga Memilih Jadi TKI
INILAH.COM, Bandung - Kebutuhan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) terus melonjak. Namun pasokan tenaga pembantu semakin sulit. Akibatnya, beberapa penyalur PRT di Bandung kesulitan memenuhi permintaan.
Seorang penyalur PRT di kawasan Jalan Stasiun Barat, Mumun (30) mengatakan, pihaknya kesulitan memenuhi permintaan karena semakin hari semakin sulit mencari orang yang mau jadi PRT.
Dia mengatakan, dalam sehari menerima permintaan hingga 60 tenaga pembantu. Namun karena kekurangan tenaga, pihaknya hanya bisa memenuhi sepertiganya.
"Kita kesulitan memenuhi permintaan. Mencari orang yang mau jadi PRT semakin sulit, sementara permintaan nggak pernah sepi," ujar wanita yang mengelola Yayasan Suwito itu kepada wartawan, Rabu (7/9/2011).
Mumun mengatakan, sekarang orang lebih memilih menjadi TKI di luar negeri atau buruh pabrik daripada menjadi pembantu. Sementara yang tetap bertahan sebagai PRT lebih memilih kembali ke majikannya yang lama.
Menurutnya, sekarang hanya orang yang tidak punya keahlian saja yang tetap memilih menjadi PRT. "Sementara yang punya keahlian lebih memilih bekerja di luar negeri jadi TKI," tandasnya. [gin]
- 18:05 Lalin di Kab Bandung Terpantau R...
- 16:35 Nanan Sukarna: Perbedaan Itu Indah
- 13:50 Volume Kendaraan di Cipanas-Punc...
- 12:18 Borong Cuankie, Heryawan Makan d...
- 21:39 Karang Taruna Jabar Siap Dukung ...
- Sukhoi, Kuncen Gunung Salak, Pet...
- Wow..Jakarta-Bandung 45 Menit Pa...
- Evakuasi Sukhoi Rusak Makam Keramat
- Borong Cuankie, Heryawan Makan d...
- VW Pertama dan Tertua Bakal Hadi...




