5.680 Warga Jabar Menderita HIV/AIDS

5.680 Warga Jabar Menderita HIV/AIDS
Oleh: Dery Fitriadi Ginanjar
Jabar - Kamis, 28 April 2011 | 12:57 WIB

INILAH.COM, Bandung - Hingga akhir 2010, Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Jabar merilis ada sekitar 5.680 warga yang terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlah tersebut terbagi atas 4.147 penderita berjenis kelamin laki-laki dan 1.313 perempuan, serta 220 tidak diketahui.

Ketua KPAI Jabar Tri Irwanda menjelaskan, pengidap HIV/AIDS didominasi remaja dari kelompok umur 20-29 tahun. Jumlah pengidap HIV/AIDS dari golongan tersebut sebanyak 3.113 orang.

"Remaja belasan tahun di Jabar memang terkena AIDS dan HIV. Bahkan kami mencatat ada 113 balita yang terkena kasus AIDS dan HIV. Jabar memang rentan terkena AIDS dan HIV. Rinciannya 15 bayi usia di bawah 1 tahun dan sisanya berusia 1 sampai 4 tahun," kata Tri saat Musyawarah HIV/AIDS Jabar di Rumah Keboen Jalan RE Martadinata, Kamis (28/4/2011).

Dilihat dari faktor risiko, lanjut Tri, para pengguna napza suntik menjadi golongan paling rentan terkena HIV/AIDS. Perilaku heteroseks menjadi golongan berikutnya yang paling rentan terkena penyakit paling mematikan itu.

"Kalau perilaku lainnya adalah homoseks yang berjumlah 104, kelahiran anak 158, tato 1, dan transfusi 10, serta sisanya tidak diketahui. Sementara pekerjaan paling berisiko adalah karyawan 706 orang, PSK 273, dan mahasiswa 232 orang," ungkapnya. [jul]

berita lainnya
1 Komentar
Tri Irwanda M @ Kamis, 28 April 2011 | 20:55 WIB
Yth Redaktur Inilah.com, Terima kasih kami ucapakan Bapak/Ibu telah memuat berita mengenai pertemuan tadi. Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan, antara lain: â?¢ Saya bekerja di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat, bukan Ketua KPAI Jabar seperti yang dimuat dalam berita ini â?¢ Mengenai data kasus HIV-AIDS yang diungkapkan, data tersebut adalah data kasus kumulatif yang tercatat dan dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. â?¢ Mengenai statistik/ jumlah kasus HIV-AIDS ini, sebenarnya kita bisa melihatnya dari beberapa cara pandang. Karena, apabila jumlah kasus memang tinggi, bisa disebutkan Jabar ini rentan (seperti yang diberitakan). Tetapi sebenarnya, dalam melihat epidemi HIV-AIDS, mohon juga diperhitungkan bahwa justru dengan jumlah kasus yang tinggi berarti â??programâ?? penanggulangan AIDS sudah menunjukkan hasil yang baik karena sudah semakin banyak kasus yang terungkap. Ini yang sering disebut sebagai â??fenomena gunung esâ??. Hanya puncaknya yang sedikit saja yang terlihat. Estimasi Depkes RI tahun 2006 saja menyebutkan jumlah kasus HIV-AIDS di Jabar hampir mencapai 20.000. â?¢ Demikian juga dengan kesadaran orang untuk memeriksakan diri, sudah semakin tinggi. Perlu diketahui bahwa untuk mengetahui status HIV seseorang, dia harus mengikuti konseling dan tes sukarela. â?¢ Justru bagi kami sangat mengkhawatirkan apabila jumlah temuan kasus itu rendah padahal misalnya, perilaku berisiko di daerah itu sangat tinggi. Perilaku berisiko seperti pertukaran jarum suntik diantara pengguna napza suntik, atau hubungan seksual berisiko tanpa kondom. Dalam hal ini, berarti program tidak bekerja dengan baik karena temuan/ pencatatan kasusnya rendah. â?¢ Maaf, jika boleh menyarankan, mohon pertimbangkan kembali penggunaan istilah â??penyakit paling mematikan ituâ??. HIV-AIDS bukanlah penyakit. HIV adalah virus yang melemahkan kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. HIV tidak pernah membuat orang mati. Karena seorang yang HIV positif meninggalnya karena penyakit, seperti karena Tuberkulosis (TB) atau Toxoplasma, dll. Demikian kami sampaikan Bapak/ Ibu pengelola inilahjabar.com. kami sangat berterima kasih apabila Bapak/ Ibu redaktur berkenan memuat tanggapan kami karena pada dasarnya media sangat membantu program kami. Sekali lagi, terima kasih kami ucapkan. Salam, Tri Irwanda M Media Relation Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jabar Telp. 08122038393
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut
Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAHJABAR.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
warta terkini
terpopuler
foto hari ini
www.inilah.com
Follow inilahjabarcom on Twitter